Stadion-Stadion Yang Tergusur di Jakarta

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Wikipedia | Editor: Dedi Hermawan | 11 February 2018

Stadion Yang Tergusur di Jakarta

SPORTKU.COM

Mencari stadion di Jakarta pada zaman dahulu tidaklah sulit. Anda tidak percaya? Silakan baca tulisan ini karena kami akan mengulasnya.

Dalam sepak bola stadion memiiki peranan serta arti dan fungsi penting bagi sebuah klub. Bahkan tak jarang stadion menjadi saksi bisu berbagai gelar yang pernah diraih sebuah klub. Sebut saja Camp Nou milik Barcelona dan Old Trafford yang menjadi kandang Manchester United. Kedua stadion tersebut punya nilai sejarah tinggi sehingga sang pemilik sebisa mungkin menjaganya atau bahkan terus memperbaiki jika ada fasilitas yang kurang.

Tetapi, hal berbeda terjadi di Indonesia, khususnya DKI Jakarta yang menjadi Ibu Kota. Sebenarnya terdapat beberapa stadion di Jakarta yang cukup membanggakan dan jadi saksi sejarah beberapa klub, namun karena tergerus perkembangan zaman, stadion tersebut harus tergusur dan beralih fungsi.

Stadion IKADA (Ikatan Atletik Djakarta)

Stadion ini merupakan pusat kegiatan olahraga di Jakarta sebelum pindah ke Senayan. Terletak di Gambir, Jakarta Pusat, stadion ini muncul pada masa pendudukan Jepang tahun 1942. Di sini terdapat lapangan klub sepak bola era 1940 hingga 1950-an, seperti Hercules, Viosveld (Voetbalbond Indishce Omstreken Sport) dan BVC, yang menjadi kesebelasan papan atas di kompetisi BVO (Batavia Voetbal Organisatie).

Sekarang Stadion IKADA, sekarang MONAS, saat mengggelar PON II 1951 (wikipedia)

 

 

stadion-ikada-80882408d039c5e.jpg

Kemudian, setelah kemerdekaan Indonesia, kesebelasan tersebu akhirnya digantikan oleh Persija Jakarta. Selain lapangan sepak bola, di sekitarnya terdapat pula lapangan hoki dan lapangan pacuan kuda untuk militer. Sebelum Gelora Bung Karno selesai dibangun pada 1962 untuk menyambut Asian Games ke IV, Ikada merupakan tempat latihan dan pertandingan PSSI. Acara besar yang dilangsungkan di sini adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952. Kemudian, pada awal November 1962 stadion ini akhirnya harus dibongkar dan sekarang, lokasi bekas IKADA kita kenal dengan kawasan Monumen Nasional (Monas).

Stadion Menteng

Stadion Menteng menjadi markas Persija Jakarta (Indosport)

stadion-ums-setan-oren-774018fd55c2fb0.jpg

Stadion Menteng pertama kali berdiri pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada 1921 silam. Saat itu, Stadion Menteng masih berbentuk lapangan hasil rancangan arsitek Belanda, F.J. Kubatz dan P.A.J Moojen. Kala itu, belum dinamakan Stadion Menteng tetapi Voetbalbond Indische Omstreken Sport (Viosveld) sebuah tim sepak bola yang juga bermarkas di IKADA (Ikatan Atletik Djakarta). Memang sejak pertama kali dibangun lahan seluas 3,4 hektare sudah digunakan oleh orang-orang Belanda untuk berolahraga.

Baru di tahun 1960, Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno secara langsung memberikan Stadion Menteng untuk digunakan sebagai markas untuk klub Persija Jakarta. Pemberian stadion itu tidak lepas dari rencana pemerintah yang ingin membangun Monumen Nasional (Monas) pada 1958 di kawasan Ikada yang sebelumnya dijadikan tempat latihan pasukan Macan Kemayoran. Sejak itulah, Stadion Menteng menjadi markas utama Persija dalam mengarungi berbagai kompetisi dan menghasilkan nama besar seperti Yudo Hadiyanto, Iswadi Idris, hingga Bambang Pamungkas.

Sekarang Stadion Menteng beralih fungsi menjadi Taman Menteng (Check In Jakarta.com)

stadion-ums-setan-oren-35977a85a2bc32e.jpeg

Namun, pada 2001, sebuah kabar mengejutkan menimpa Persija. Tanpa sepengetahuan mereka, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaktakan Stadion Menteng ke Badan Pertanahan Nasional. Akhirnya, Pemerintah Kota pun menginstruksikan menggusur stadion tersebut meski sebelumnya berbagai cara dilakukan petinggi Persija guna mencegah rencana Pemprov DKI.  Tapi hal itu terasa sia-sia.

Dan tepat pada 26 Juli 2006, Pemerintah merobohkan bangunan yang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda tersebut. Setelah itu, lokasi Stadion Menteng diubah menjadi sebuah taman sesuai janji Gubernur saat itu, Sutiyoso. Taman Menteng pun akhirnya diresmikan oleh Pemerintah DKI Jakarta sekitar setahun setelah dirobohkannya stadion atau tepatnya 29 April 2007 silam.

Stadion UMS

Berikutnya ada Stadion Union Makes Strenght (UMS) yang terletak di Jalan Petak Sin Kiang, Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat. Stadion yang berdiri sejak 15 Desember 1905 menjadi salah satu stadion tertua di Jakarta. Berdasarkan sejarah, klub UMS lahir dengan nama Tiong Hoa Oen Tong Hwee (THOTH), sebuah perkumpulan olahraga yang khusus untuk masyarakat beretnis Cina.

Hingga kini belum jelas akan dibangun apa bekas lokasi Stadion UMS (Youtube)

stadion-ums-setan-oren-11578c378d1219e.jpg

Kemudian, pada 2 Agustus 1914 nama THOTH berganti menjadi UMS. Stadion UMS ini juga digunakan oleh anak didik Sekolah Sepak Bola (SSB) UMS. Nama-nama pesepakbola legendaris Indonesia pun pernah bermain di lapangan ini, seperti Widodo Cahyono Putro, Edy Wahyudi, dan Sony Kurniawan. Namun, sangat disayangkan, stadion yang penuh sejarah ini tak lepas dari penggusuran. Berawal dari kasus sengketa kepemilikan lahan, akhirnya pada 2011 anak didik SSB UMS pun mengosongkan bangunan stadion ini dan hingga saat ini belum jelas lokasi tersebut akan digunakan untuk apa.

Baca Juga:
TIm Bola Basket Indonesia Akui Kemenangan India

 

Stadion Lebak Bulus menjadi saksi sejarah Persija Jakarta (Football Tribe)

lebak-bulus-aktual--572932303f1f8f4.jpg

Stadion Lebak Bulus

Persija Jakarta merupakan salah satu klub sepak bola Indonesia yang beberapa kali harus berpindah markas karena stadion yang mereka gunakan selalu terkena gusuran. Sangat miris memang karena Persija merupakan klub Ibu Kota tapi tidak memiliki stadion yang layak digunakan. Mereka bahkan pernah mengungsi ke Stadion Manahan, Solo, dan pada kompetisia 1 musim lalu tim Macan Kemayoran memakai Stadion Patriot Chandrabaga di Bekasi, Jawa Barat.

Stadion Lebak Bulus merupakan saksi sejarah Persija saat merengkuh gelar Liga Indonesia pada 2001 lalu. Stadion yang awalnya menjadi markas tim Pelita Jaya ini harus menerima nasib buruk setelah pada 2013 lalu, Basuki Thahaja Purnama yang waktu itu menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan agar Lebak Bulus dibongkar.

Akhirnya Stadion Lebak Bulus dihancurkan pada 2015 (Aktual)

lebak-bulus-aktual--58372fbc8492abe.jpg

 

Penggusuran Lebak Bulus sendiri terkait rencana Pemprov DKI membangun proyek transportasi Mass Rapid Transit (MRT). Akhirnya, pada 2015 lalu stadion yang sangat bersejarah bagi Persija resmi rata dengan tanah. Saat itu pihak Pemprov menjanjikan akan mengganti Stadion Lebak Bulus dengan Stadion BMW di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, hingga kini hal tersebut belum juga terealisasi. 

Baca Juga:
Inilah Tim Downhill di Piala Dunia 2018Stadion Ikada saat PON II Tahun 1951

  • facebook share

RELATED NEWS

Siapa Pewaris Nomor 7 Barcelona?

Siapa Pewaris Nomor 7 Barcelona?

FOOTBALL
Alasan Alexis Sanchez ke MU

Alasan Alexis Sanchez ke MU

FOOTBALL
Anthony Matrial Pemain Terbaik MU

Anthony Matrial Pemain Terbaik MU

FOOTBALL
Simic Hattrick, Persija Hajar PSMS

Simic Hattrick, Persija Hajar PSMS

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company